Melalui tutorial ini Anda akan belajar tentang:

  1. Apa itu bootstrapping dan bagaimana itu bisa membantu bisnis Anda?
  2. Apa itu MVP?
  3. Bagaimana cara memulai bootstrapping?

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita pelajari ilustrasi berikut ini:

Tina menyukai tenis. Dia tahu semua pemain ternama, menonton setiap pertandingan tenis, dan mendekorasi rumahnya dengan tema tenis.

Tina sudah mengikuti kursus tenis, dan pelatihnya mengatakan bahwa dia berpotensi menjadi petenis profesional. Dia pun memutuskan untuk mengikuti beberapa kompetisi.

Mengetahui fakta jika Tina baru memulai kursus 6 bulan lalu dan belum pernah ikut lomba tenis sebelumnya, kompetisi apa yang harus dia ikuti?

Kompetisi mana yang harus Tina pilih?

Correct! Wrong!

Sebaiknya Tina mengikuti kejuaraan skala kecil terlebih dahulu. Dengan begitu, dia bisa mengumpulkan pengalaman sambil meningkatkan kemampuan. Ini akan menyiapkan masa depannya kalau akan mengikuti kejuaraan kelas dunia dan terkenal di seluruh dunia.

Jika Anda mempunyai ide bisnis baru, membayangkan nanti perusahaan Anda akan sangat sukses, sama seperti membayangkan menang kejuaraan tingkat dunia.

Tapi, sama seperti karir tenis Tina, Anda perlu waktu mematangkan ide tersebut sebelum meluncurkannya pada masyarakat luas. Strategi cerdasnya adalah mulai dari yang kecil dan mengembangkannya sedikit demi sedikti.

Seiring waktu, Anda akan mempelajari sejumlah keahlian agar lebih sukses, perlu waktu untuk mengubah bisnis Anda menjadi sesuatu yang luar biasa, dan memperkecil risiko daripada langsung besar-besaran.

Tips.

Anda mungkin berpikir, “Walau mulai dari kecil, saya perlu uang untuk menyewa ruangan, mempekerjakan karyawan, membuat produk aplikasi, atau berusaha tidak mati kelaparan.”

Disinilah peran penting bootstrapping.

1# Apa itu Bootstrapping?

Bootstrapping adalah cara untuk memulai dan mendanai bisnis Anda tanpa meminjam atau mengandalkan investor.

Nama itu berasal dari kalimat “pulling yourself up by yout bootsraps” yang artinya bangun bisnis dengan sumber dayamu sendiri, tanpa dukungan finansial dari luar.

Dalam bootstrapping, fokuslah penjualan awal untuk mendanai bisnis Anda. Artinya, Anda bisa memulai dari yang kecil, dengan menggunakan sumber daya yang ada untuk membuat produk atau layanan dengan versi sederhana.

Anda bisa menjual versi awal dari ide Anda, yang dapat membantu Anda mendapat dana untuk mengembangkan bisnis Anda. Pelanggan potensial bisa memberi masukan dan kritik terhadap produk atau jasa Anda.

Dengan menghindari investor di awal (yang akan memiliki sebagian bisnis Anda) dan peminjam (yang uangnya perlu dikembalikan), Anda bertanggung jawab pada diri Anda sendiri dan tak terlibat utang.

Anda mempunyai kesempatan membangun pengalaman penjualan, yang membantu Anda melihat produk atau jasa yang menguntungkan, saat berhadapan dengan calon investor dan penyandang dana di masa depan.

2# Bagaimana cara memulai bootstrapping?

Untuk melakukan bootstrap, mulailah dengan MVP (Minimum Viable Product) atau Produk dengan kualifikasi minimal alias versi awal produk atau jasa Anda.

3# MVP

MVP adalah cara paling efisien dan murah untuk menghidupkan produk atau jasa Anda. Tidak masalah jika ini bukan versi lengkap dari ide Anda. Anda bisa memperbaikinya nanti, atau bahkan mengubah desain atau seluruh tujuannya.

Misalnya ingin buka resto yang butuh modal besar. MVP-nya bisa berupa foodtruck atau katering. Selain lebih murah, Anda bisa belajar tentang harga bahan makanan, porsi makanan, dll.

Langkah Membuat MVP

a. Menulis Visi

Langkah pertama untuk membuat MVP adalah menuliskan visi besar dan menyeluruh yang Anda miliki, atau versi ideal dari ide bisnis Anda.

Pertimbangkan apa yang ditawarkan bisnis Anda dan apa yang membedakannya dari kompetitor Anda.

Cek 3 contoh berbeda ini:

Penawaran: makanan siap saji.

Faktor pembeda : makanannya adalah ayam goreng berbahan lokal

Penawaran: jasa perbaikan sepeda kelas menengah atas, menjual sepeda mahal.

Faktor pembeda : tidak ada kompetitor di area tersebut.

Penawaran: aplikasi untuk mengatur pengeluaran.

Faktor pembeda : pengalaman pengguna di atas rata-rata.

b. Buat rencana keuangan

Setelah menentukan visi Anda, buat rencana keuangan yang menunjukkan biaya yang dibutuhkan untuk meluncurkan bisnis Anda dalam bentuk paling ideal.

Itu termasuk biaya fasilitas seperti sewa dan pengembangan, peralatan, karyawan, pemasaran dan iklan, inventaris dan bahan mentah, dan biaya lain seperti asuransi, biaya profesional, dan lisensi.

c. Faktor pembeda

Hitung total biaya keseluruhan. Lalu pikirkan cara mempertahankan penawaran Anda, faktor pembeda dan nilai bisnis Anda saat memotong dana yang memakan biaya paling besar.

Apa yang bisa dihilangkan sebelum memulai dari yang kecil? Misalnya, pengembang aplikasi mungkin akan meluncurkan versi sederhana aplikasi manajemen keuangannya, daripada meluncurkan aplikasi ponsel saat ini juga.

Apakah Anda perlu menunggu MVP Anda jadi sebelum mulai berjualan?

Tentu saja tidak.

Bisnis baru kadang perlu suntikan dana untuk membuat MVP. Terutama kalau ide bisnis Anda seputar produk, bukan jasa. Jadi ide yang bagus untuk melakukan pra penjualan.

Ini melibatkan menawarkan dan menjual ide MVP untuk melihat apa Anda bisa mendapatkan pesanan di awal. Lalu gunakan uang dari penjualan tersebut untuk membangun produk Anda.

Kalau punya produk yang bagus dan disukai pelanggan, Anda bisa mengajak orang untuk menyumbang. Ini akan membantu pengenalan dan pemasaran produk Anda, juga mendapat pemasukan.

MVP Anda tidak harus sempurna sebelum Anda meluncurkannya. Anggap saja ini sebagai tahap uji coba, dimana Anda bisa membangun, berksperimen, dan mengulang sebanyak yang Anda butuhkan.

Lakukan sekarang

Kalau ingin memulai dengan sederhana dan bootstrap, Anda perlu menyiapkan beberapa hal ini. Coba evaluasi apa Anda berada di tahap yang tepat untuk memulai melakukan bootstrap?

Apa Anda punya ide bisnis yang solid?

Apa Anda tahu target pelanggan untuk idemu?

Apa Anda bisa dengan mudah menjelaskan kelebihan bisnismu?

Apa Anda tahu kelebihan bisnismu dibanding kompetitormu?

Ya atau Tidak
Kamu mungkin sudah siap.
Langkah berikutnya adalah menentukan penawaran dan faktor pembeda bisnismu, dan perkirakan biaya untuk meluncurkan versi ideal bisnismu. Lalu mulailah membuang elemen berbiaya tinggi untuk membuat MVP.
Anda belum siap.
Pastikan Anda mempunyai ide bisnis yang solid, target pelanggan yang jelas, dan pahami kelebihan dan faktor pembeda bisnis Anda.

Poin utama

  1. Mulai dengan sederhana dan bootstrapping akan membantu mendanai bisnismu tanpa mengandalkan dana dari pihak luar
  2. MVP atau Minimum Viable Product, merupakan versi paling sederhana dari ide bisnismu, yang bisa Anda jual ke pelanggan, sekaligus mendapat masukan.
  3. Putuskan bagaimana MVP akan mengeliminasi elemen produk/jasa berbiaya tinggi pada produk atau jasa Anda, tapi tetap mempertahankan kelebihan, pembeda, dan nilai ide bisnis Anda.

 

Sumber: Aplikasi Google Primer

 

Demikian penjelasan tentang bootstrapping yang dapat kami sampaikan. Jika Anda merasa tutorial ini bermanfaat, silakan share melalui media sosial yang Anda miliki.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

 

Wiji Hatmoko

Admin ciptacendekia.com