Sesuatu yang direncanakan belum tentu bisa diwujudkan, apalagi sesuatu yang tidak direncanakan sama sekali, tentu lebih sulit untuk diwujudkan.

Begitu pula dengan perencanaan keuangan tentang bisnis yang sedang Anda bangun. Hal sekecil apapun terkait dengan anggaran bisnis seharusnya direncanakan sejak awal bisnis itu dibentuk.

Melalui tutorial membuat anggaran untuk bisnis berskala kecil ini, Anda akan belajar tentang:

  1. Mengapa bisnis berskala kecil tetap butuh anggaran dan catatan pengeluaran?
  2. Jenis pengeluaran apa saja yang harus dicatat/dipantau?
  3. Apa ada software dan perangkat untuk membantu Anda mencatat pengeluaran?

Baik, seperti halnya dengan tutorial sebelum-sebelumnya, kali ini untuk memudahkan Anda memahami konsep yang saya ajarkan, saya ajak Anda untuk memahami ilustrasi berikut ini:

Doni mempunyai bisnis kafe berjalan, menjual kopi di food truck yang berada di taman dekat pusat perkantoran.

Ilustrasi : Usaha Doni dengan food trucknya

Jenis kopi beragam, pembuatan kopi ala kafe, dan lokasi strategis jadi keunggulan bisnis Doni. Dia bahkan sering menjual habis kopi favorit cafenya.

Untuk memastikan dia memperoleh keuntungan, Doni selalu memeriksa rekening banknya setiap akhir bulan.

Apa ini cara terbaik untuk mengetahui keberhasilan bisnisnya?

Mari kita cari tahu.

Memeriksa saldo rekening di akhir bulan membuat Doni tahu berapa uang yang dimiliki.

Correct! Wrong!

Karena tahu jumlah uang yang dimiliki, Doni bisa memperkirakan apa dia punya cukup modal usaha untuk setahun ke depan, walau ada masalah yang mungkin terjadi.

Correct! Wrong!

Karena tahu besar keuntungan per bulan, Doni siap mengembangkan bisnisnya menjadi kafe permanen dengan menyewa tempat di dekat lokasinya sekarang.

Correct! Wrong!

Benar atau Salah
Hasil
Tahu jumlah saldo di rekening bank hanya menunjukkan uang yang dimiliki Doni saat ini. Tapi, tidak bisa memastikan apa bisnisnya akan terus berjalan atau berkembang kelak.

Share your Results:

Memiliki bisnis kecil memang membanggakan, tapi juga penuh resiko. Kegagalan yang sering dialami adalah kehabisan modal.

Benar dari jumlah saldo rekening, Anda bisa tahu apa penjualan bulan ini bagus atau tidak. Tapi, Anda tidak bisa tahu apa bisnis ini bisa berlanjut hingga 1 atau bahkan 10 tahun lagi.

Untuk memastikan bisnis bisa terus berjalan, diperlukan belajar membuat anggaran dan mencatat pengeluaran. Hal ini akan membantu memahami kondisi bisnis Anda dan apa yang diperlukan agar bisnis Anda sukses.

Manfaat Membuat Anggaran dan Pengeluaran:

Mengetahui berapa biaya operasional dan penjualan membantu mengetahui apa Anda mempunyai cukup dana untuk tetap menjalankan bisnis.

Anda bisa menyiapkan diri menghadapi masalah yang mungkin terjadi, seperti kenaikan harga sewa kios atau penurunan penjualan musiman.

Anda bisa merencanakan langkah pengembangan bisnis dan tahu berapa biaya yang dibutuhkan.

Tips:

Mengatur keuangan bisnis bisa membantu Anda menyiapkan pembayaran pajak usaha, serta keringanan pajak yang bisa didapatkan.

 

Jenis pengeluaran apa saja yang harus dicatat/dipantau?

Langkah pertama saat membuat anggaran untuk usaha kecil adalah membuat daftar semua pengeluaran yang ada.

Pengeluaran seperti antara lain biaya pemasaran, gaji karyawan, teknologi, peralatan, kendaraan, sewa ruang usaha, biaya untuk air, listrik, dan bahan bakar, hingga pembelian bahan, kemasan, dan lain-lain.

Untuk bisnis yang sudah berjalan, Anda sudah tahu apa yang termasuk dalam pengeluaran. Bila bisnis Anda belum dimulai, coba cari tahu lebih banyak dari berbagai situs yang berkaitan dengan UMKM, misalnya SeputarUKM.com atau score.org.

Bergantung pada jenis usaha, Anda bisa mengelompokkan pengeluaran berdasarkan kategori pengeluaran kena pajak dan tidak kena pajak. Hal ini akan membantu Anda saat menghitung dan menyetor pajak.

Langkah selanjutnya adalah memisahkan pengeluaran yang hanya satu kali dengan yang rutin, serta yang jumlahnya tetap dengan yang tidak tetap.

Contohnya, pembelian food truck Doni adalah pengeluaran yang hanya berlangsung satu kali. Tapi, servis mobil per-3 bulan agar tetap baik kondisinya dikategorikan sebagai pengeluaran rutin.

Sementara pengeluaran tetap adalah yang jumlahnya selalu sama dan tidak bisa diubah, misalnya sewa toko dan gaji. Pastikan pengeluaran ini tidak terlalu tinggi, karena tidak bisa mendadak dikurangi, misalnya saat penjualan sedang turun.

Sesuai namanya, pengeluaran tidak tetap bisa diubah dan disesuaikan dengan kondisi penjualan. Contohnya: komisi karyawan yang bisa naik turun sesuai dengan angka penjualan.

Dari catatan pengeluaran, Anda tahu kapan dan seberapa sering harus mengeluarkan uang. Anda juga tahu kapan dapat uang ekstra yang bisa dipakai untuk kebutuhan usaha lainnya, misalnya gaji karyawan paruh waktu.

Tips:

Cari tahu pengeluaran mana yang bisa mendatangkan keuntungan dan penghasilan tambahan.

Misalnya, memasang iklan pencarian online membuat pengeluaranmu bertambah, tapi bisa membuat penjualan dan keuntungan ikut meningkat.

 

Software dan perangkat untuk membantu Anda mencatat pengeluaran?

Awalnya, mencatat keuangan memang memusingkan. Manfaatkan software akuntansi sleekr.co, Quickbooks, Xero, dan Freshbooks untuk membantu Anda.

Software ini menggabungkan rekening bisnis dan kartu kredit Anda hingga Anda mengetahui semua pengeluaran, juga mengelompokkan data pengeluaran dan keuntungan sesuai kategori diinginkan, misalnya “gaji” atau “pemasaran”.

Anda bisa memantau perubahan pengeluaran dan keuntungan, apa yang perlu disesuaikan atau dikurangi untuk meningkatkan keuntungan, dan angka penjualan yang harus diperoleh untuk mencapai target bisnis Anda.

Software akuntansi bisa membantu Anda membuat anggaran. Gunakan software untuk membuat anggaran terpisah seperti LivePlan.com atau manfaatkan program di komputer. Kunjungi Score.org untuk contohnya.

Selain software akuntansi, Anda juga bisa minta bantuan akuntan untuk mengurus pajak. Program software milik Anda bisa memberikan informasi yang dibutuhkan.

 

Lakukan sekarang.

Sekarang saatnya Anda berlatih mencatat pengeluaran dengan membuat daftar pengeluaran.

Daftar Pengeluaran

Pilih biaya pengeluaran yang berlaku untuk bisnis Anda

  • Pemasaran

  • Gaji karyawan

  • Teknologi (software dan hardware)

  • Peralatan

  • Kendaraan/Transportasi

  • Sewa

  • Utilitas (air dan listrik)

  • Suplai

  • Bahan baku

  • Perjalanan bisnis

  • Hiburan

Setelah Anda berhasil menyusun daftar pengeluaran, langkah selanjutnya adalah menambahkan pengeluaran lain yang belum tercantum di daftar tersebut. Dapatkan bantuan dari situs seputarUKM.com atau Score.org.

Evaluasi

Setelah mempelajari tutorial tentang membuat anggaran untuk bisnis berskala kecil ini, Anda telah memahami:

  1. Membuat anggaran dan mencatat pengeluaran membantu memastikan ada cukup dana untuk menjalankan bisnis, mengantisipasi masalah, dan mengembangkan bisnis
  2. Buat daftar berisi semua pengeluaran yang ada, kelompokkan berdasarkan pengeluaran satu kali atau rutin, dan tetap atau tidak tetap.
  3. Gunakan software akuntansi seperti Quickbooks, Xero, dan Freshbooks untuk memantau keuntungan dan hasil penjualan.

 

Sumber : Aplikasi Google Primer

Demikian, tutorial tentang membuat anggaran untuk bisnis berskala kecil yang kami ambil dari aplikasi google primer ini kami sampaikan.

Jika Anda merasa tutorial ini bermanfaat, silakan share tutorial ini melalui akun media sosial yang terletak di bawah artikel ini.

 

Sukses selalu untuk Anda.

Salam hangat,

 

Wiji Hatmoko.

 

Baca juga : https://tutorial.ciptacendekia.com/merancang-rencana-bisnis-dengan-benar/