Memilih mitra bisnis adalah hal penting untuk memperluas bisnis yang sedang Anda bangun. Lalu mitra bisnis yang bagaimanakah yang seharusnya kita pilih?

Melalui tulisan ini Anda akan mengetahui:

  1. Bagaimana seorang mitra bisnis membantu bisnis Anda?
  2. Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan saat memilih mitra bisnis?
  3. Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan saat menyusun kemitraan?

Sebelum kita mulai, pahami terlebih dahulu ilustrasi berikut ini:

Misalnya, Cerly pintar membuat kue kering. Cerly ingin memulai bisnis, tapi karena belum berpengalaman, dia ingin mencari seorang mitra.

ilustrasi : Cerly yang ahli membuat kue kering

Cerly punya beberapa calon mitra. Ada Lia, temannya yang juga hobi membuat kue kering. Lia belum pernah berbisnis, tapi ingin mencobanya.

Lalu ada Rere, kakak ipar Cerly, yang sudah lama berbisnis kue lapis legit. Rere tidak pernah menjual kue kering, tapi ia berpengalaman di bidang toko kue dan punya koneksi luas di situ.

Selain itu, ada Oni, sepupu Cerly yang enerjik dan baru lulus kuliah. Oni tidak tahu apa-apa tentang dunia toko kue atau memulai bisnis.

Tapi Oni optimis bisa bermitra dengan Cerly. 

Ayo bantu Cerly memilih mitra bisnis terbaiknya.

Siapa yang akan jadi mitra terbaik Cerly untuk memulai bisnisnya?

Correct! Wrong!

Cerly harus berpartner dengan Rere yang akan sangat membantu dengan pengalaman dan koneksinya. Keahlian Lia tidak menjadi nilai lebih karena Cerly sudah punya keahlian tersebut. Oni memang enerjik, tapi tidak akan memberikan kontribusi pada bisnis Cerly

Bagaimana seorang mitra bisnis membantu bisnis Anda?

Dalam berbisnis, dua kepala lebih baik daripada satu kepala. Sebagai tim, Cerly dan Rere bisa berbagi beban pekerjaan dan bekerja dua kali lebih cepat.

Mereka akan merasakan keuntungan dari kolaborasi tersebut. Sulit menjadi kreatif dan inovatif bila bekerja sendiri. Ada orang lain untuk bertukar pikiran dan memberikan masukan, memudahkan pengembangan ide-ide bisnis Anda.

Mitra bisnis akan berharga jika mereka punya keahlian yang tidak Anda miliki. 

Contohnya Cerly tadi, dia jago membuat kue kering, tapi tidak paham bisnis toko kue. Rere punya banyak pengalaman di bidang itu bisa membantu Cerly menghadapi tantangan bisnisnya.

Selain itu, Rere ahli membuat kue basah tradisional, keahlian yang tidak dimiliki Cerly. Akhirnya, mereka pun memadukan keahlian dan mendirikan Bakery LyRe, toko kue basah yang menjual kue kering dan kue basah tradisional.

Rere juga punya koneksi luas di industri kue. Koneksinya bisa membantu saat butuh dukungan pemasaran, pendanaan, kepegawaian, atau aspek bisnis lain di luar keahlian Cerly atau Oni.

Memiliki mitra yang melengkapi keahlian Anda bisa memberi nilai lebih di mata calon investor bisnis Anda. Terutama bagi orang seperti Cerly, yang sama sekali belum pernah berbisnis.

Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan saat memilih mitra bisnis?

Untuk menemukan mitra bisnis yang tepat, buat daftar calon potensial, tanya diri Anda beberapa pertanyaan penting tentang setiap calon.

#1. Apa Anda nyaman saat bersama mereka?

Anda tidak harus bersahabat dengan mereka, tapi Anda akan menghabiskan banyak waktu bersama mereka. Jadi setidaknya Anda harus mempunyai hubungan kerja yang baik dengan mereka.

#2. Apa mereka orang yang bisa Anda percaya?

Anda akan terikat secara hukum dan finansial dengan orang ini, sebab itu Anda harus percaya pada kemampuan dan komitmen mereka dalam berbagi kesuksesan.

# Apa gaya kerja mitra Anda cocok dengan Anda?

Mungkin Cerly lebih santai membuat kue di siang hari dan bereksperimen dengan resep baru, sementara Rere selalu mulai bekerja sejak subuh dan lebih suka memakai resep klasik. Hal ini bisa menimbulkan konflik.

Perbedaan gaya kerja tidak harus membatalkan kerja sama dengan mitra Anda. Tapi kalian harus mendiskusikan perbedaan ini dan bicarakan bagaimana cara untuk bekerjasama dengan baik.

Bisa berkomunikasi dengan efektif dan mencari solusi terhadap perbedaan yang ada adalah hal penting dalam sebuah kemitraan bisnis yang baik.

Sebelum memilih seorang mitra, pertimbangkan cara mereka menangani konflik dan apa gaya komunikasi  mereka sesuai dengan Anda.

Perbedaan pendapat tidak bisa dihindari, karena itu Anda butuh seorang yang bisa berkompromi dan berdialog dengan jujur. Kalian berdua harus bisa memberikan masukan atau mengkritik satu sama lain, tanpa rasa segan.

Anda bisa menyukai dan mempercayainya, juga bekerja dan berkomunikasi baik dengan seseorang. Tapi, sukses akan susah diraih jika visi bisnis tidak sejalan.

Anda dan mitra Anda baiknya punya gambaran sama tentang kesuksesan yang ingin dicapai dan cara meraihnya. Bila tujuan kalian berbeda, maka tujuan memiliki mitra akan sia-sia.

Misalnya, Cerly ingin fokus di bisnis kue kering dan kue basah tradisional. Tapi Rere ingin mengembangkan bisnis dengan menjual cake dan roti. Ini adalah konflik besar yang bisa mengganggu kemitraan dan bisnis mereka.

Dan penting memiliki minat dan antusiasme yang sama besar akan bisnis tersebut. 

Bila Cerly bersemangat menyajikan kue lezat dan memuaskan pelanggan, sementara Rere hanya ingin mencari untung, mereka akan bentrok.

Saat Anda menemukan seseorang yang mempunyai visi sama dengan Anda dan enak diajak bekerjasama, kenali mereka lebih dalam.

Apa mereka sudah pernah berbisnis? Jika ya, seperti apa hasilnya? Apa pendapat orang-orang yang sudah bekerja dengan mereka tentang kinerja dan hasil karya calon mitra Anda?

Tanya orang yang pernah bekerja sama dengan mereka (seperti mitra lain, klien, dan rekan kerja) tentang kepribadian, gaya kerja, keahlian, dan kelemahan mereka. Apa ada yang tidak disukai? Kalau ada, cari tahu kenapa.

Tidak ada salahnya mengecek tentang mereka di internet. Cari nama mereka di internet dan lihat hasil pencariannya. Cermati media sosial mereka dan lihat bagaimana mereka menampilkan diri di publik.

Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan saat menyusun kemitraan?

Setelah memilih seorang mitra, kalian harus punya kesepakatan tentang hal-hal penting seperti perjanjian finansial dalam kemitraan kalian.

Kepercayaan memang penting, tapi Anda tetap harus membuat perjanjian tertulis. Isinya bisa mencakup pembagian keuntungan, modal yang digunakan dan kepemilikan atas perusahaan yang akan dibuat.

Selain itu, pikirkan bagaimana saham dan keuntungan akan dibagi serta bagaimana pembagiannya jika salah satu dari kalian meninggalkan perusahaan.

Banyak yang harus dipikirkan, pertimbangkan berkonsultasi dengan pengacara sebelum menandatangani apappun. Pengacara bisa menjelaskan konsekuensi hukum suatu kemitraan sehingga kalian memahaminya.

Lakukan sekarang.

Mudah-mudahan Anda bisa membayangkan siapa calon mitra Anda. 

Untuk membantu memperkirakan kecocokan kalian berdua, tuliskan keahlian dan gaya bekerja yang Anda inginkan dari mitra Anda.

  1. Tuliskan kata sifat yang menjelaskan lingkungan kerja ideal Anda! Contoh: disiplin
  2. Tulis kata sifat lain yang menjelaskan lingkungan kerja ideal Anda! Contoh: sesuai target
  3. Apa salah satu sikap yang tidak Anda inginkan dari partner Anda? Contoh: tidak serius dalam menyelesaikan pekerjaan.
  4. Keahlian unik apa yang Anda miliki? Contoh: membuat kursus online.
  5. Anda ingin mitra bisnis Anda ahli dalam hal apa? Contoh: pemasaran digital.

Hasil:

Ini pertanyaan awal tentang mitra bisnis Anda:

Lingkungan kerja ideal untukku adalah disiplin dan sesuai target. Aku tidak ingin mitra yang tidak serius dalam menyelesaikan pekerjaan. . Aku ahli dalam bidang membuat kursus online dan ingin mitra yang ahli dalam bidang
pemasaran digital untuk melengkapinya.

Mari kita evaluasi tentang apa saja yang telah Anda pelajari melalui tutorial ini.

Melalui tutorial memilih partner bisnis yang tepat Anda telah mempelajari:

  • Seorang mitra bisnis bisa memberikan keahlian tambahan, koneksi berharga, dan ide-ide baru yang akan membuat bisnis Anda lebih dinamis.

  • Pertimbangkan faktor-faktor seperti rasa percaya, gaya kerja, dan gaya komunikasi, keahlian dan pengalaman, visi dan latar belakang saat memilih seorang mitra.

  • Pertimbangkan menyewa seorang pengacara saat akan memutuskan kepemilikan perusahaan serta pembagian saham dan keuntungan.

Demikian, tutorial tentang memilih mitra bisnis yang tepat ini kami sampaikan.

Jika Anda merasa tutorial ini bermanfaat, silakan share tutorial ini melalui akun media sosial yang terletak di bawah artikel ini.

 

Sukses selalu untuk Anda.

Salam hangat,

 

Wiji Hatmoko.

 

< SEBELUMNYA : MERANCANG RENCANA BISNIS